Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

Tak Sesuai Prediksi, Rupiah Justru Melemah hingga 14.155 per Dolar AS

Arthur Gideon; 04 Mar 2019, 12:51 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Senin ini. Menurut analis, dengan sentimen yang ada seharusnya rupiah menguat.

Mengutip Bloomberg, Senin (4/3/2019), rupiah dibuka di angka 14.137 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.120 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.115 per dolar AS hingga 14.155 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah menguat 1,83 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jidsor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.149 per dolar AS. Posisi rupiah di awal pekan ini melemah jika dibandingkan dengan Jumat lalu yang ada di angka 14.111 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pada hari ini rupiah justru diprediksi menguat.

“Setelah sebelumnya selama tiga hari berturut-turut rupiah melemah, mestinya rupiah ada potensi penguatan,” ujar Lana.

Perkembangan terakhir pembicaraan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dikabarkan mendekati final, yang bisa mengakhiri ancaman pengenaan tarif 25 persen atas-barang-barang impor China ke AS senilai 200 miliar dolar AS.

Presiden Trump juga telah meminta China untuk segera mencabut tarif atas produk-produk pertanian AS.

Setelah sejak April 2018 lalu, isu perang dagang antara AS-China membuat ketidakpastian global. Bahkan badan dunia seperti IMF dan Bank Dunia memproyeksi turun pertumbuhan ekonomi global.

Menurut Lana, pasar menyambut positif potensi kesepakatan ini. Menurunnya ketidakpastian berpotensi membuat dolar AS melemah

Rupiah diperkirakan menguat menuju kisaran antara 14.090 per dolar AS sampai dengan 14.120 per dolar AS,” ujar Lana.