Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

RI Catat Surplus USD 0,21 Miliar pada Mei, IHSG Melemah Terbatas

Agustina Melani
24 Jun 2019, 12:18 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada sesi pertama perdagangan saham awal pekan ini. IHSG cenderung melemah terbatas di tengah rilis data ekonomi neraca perdagangan Mei yang surplus USD 0,21 miliar.

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Senin (24/6/2019), IHSG melemah tipis 5,4 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.310,03. Indeks saham LQ45 juga turun 0,34 persen ke posisi 1.001,63. Sebagian besar indeks saham acuan melemah kecuali indeks saham DBX naik 0,36 persen.

Sebanyak 190 saham menguat sehingga membuat pelemahan IHSG tertakan. 174 saham melemah dan 133 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 247.742 kali dengan volume perdagangan 13,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,1 triliun. Investor asing jual saham Rp 44,39 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.160.

Di pasar negosiasi terjadi transaksi saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) yang mencapai Rp 4,4 triliun. Total frekuensi perdagangan saham empat kali. Saham PLIN ditransaksikan di posisi harga Rp 3.847 per saham.

Sebagian besar sektor saham menguat. Sektor saham pertanian memimpin penguatan dengan naik 2,4 persen. Disusul sektor saham konstruksi dan perdagangan. Sedangkan sektor saham aneka industri melemah 0,67 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham SFAN naik 23,48 persen ke posisi Rp 648 per saham, saham PYAS melonjak 23,04 persen ke posisi Rp 470 per saham, dan saham ERAA mendaki 18,08 persen ke posisi Rp 1.600 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham YULE turun 6,37 persen ke posisi Rp 191 per saham, saham BIKA tergelincir 6,31 persen ke posisi RP 208 per saham, dan saham SMMT turun 4,14 persen ke posisi Rp 139 per saham.