Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

HomeBisnisSaham Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke 4.652,55

Septian Deny

13 Apr 2020, 09:12 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan awal pekan ini. Sebanyak 106 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan Senin (13/4/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG naik 4,88 poin atau 0,12 persen ke posisi 4.652,55. Adapun indeks saham LQ45 naik 0,1 persen ke posisi 701,13. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.657,09 dan terendah 4.636,18.

Sebanyak 106 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 77 saham melemah dan 113 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 18.890 kali dengan volume perdagangan 264 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 182 miliar.

Investor asing jual bersih saham Rp 8,86 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 15.820.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang berada di zona hijau yaitu sektor pertambangan yang naik 0,5 persen dan sektor infrastruktur yang naik 0,3 persen.

Sementara sektor yang melemah dipimpin sektor aneka industri yang turun 1,47 persen. Disusul sektor industri dasar yang anjlok 1,23 persen dan sektor konstruksi naik 1,15 persen.

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham yang menguat dan mendorong IHSG ke zona hijau antara lain RONY yang naik 34,81 persen ke Rp 182 per lembar saham, ENVY menguat 22,4 persen ke Rp 153 per lembar saham dan KBAG naik 19,78 persen ke Rp 218 per lembar saham.

Sedangkan saham yang melemah yaitu KREN turun 6,96 persen ke Rp 214 per saham, HRME turun 6,96 persen ke Rp 214 per saham dan FITT turun 6,9 persen ke Rp 54 per saham.