Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

Menghijau Sejak Awal Perdagangan, IHSG Ditutup Menguat ke 4.706,49

Arthur Gideon

14 Apr 2020, 16:15 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu sektor yang berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (14/4/2020), IHSG ditutup naik 82,59 poin atau 1,79 persen ke posisi 4.706,49. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 2,71 persen ke posisi 712,26.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.706,49 dan terendah 4.624,20.

Sebanyak 262 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 143 saham melemah dan 137 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 548.930 kali dengan volume perdagangan 7,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6 triliun.

Investor asing jual saham Rp 439,25 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 15.630.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu sektor yang berada di zona merah yaitu sektor kontruksi yang turun 0,12 persen.

Sedangkan sektor yang menguat dipimpin oleh sektor industri dasar yang melonjak 4,80 persen. Kemudian disusul sektor infrastruktur yang naik 2,34 persen dan sektor manufaktur yang menguat 2,29 persen.

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sedangkan saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau diantaranya ENVY yang naik 34,52 persen ke Rp 226 per saham, RONY naik 34,07 persen ke Rp 244 per saham dan MFMI naik 24,49 persen ke Rp 605 per saham.

Saham yang turun diantaranya INTA yang turun 6,98 persen ke Rp 320 per lembar saham, IDPR melemah 6,94 persen ke Rp 161 per lembar saham dan BTPS turun 6,93 persen ke Rp 2.250 per lembar saham.