Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

Rupiah Tersungkur Dibayangi Resesi Ekonomi Jangka Panjang

Septian Deny

14 Mei 2020, 10:45 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Kamis (14/5/2020), rupiah dibuka di angka 14.893 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.865 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus bergerak melemah ke 14.930 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.891 per dolar AS hingga 14.934 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 7,67 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.946 per dolar AS, melemah jika dibandingkan sebelumnya yang ada di angka 14.887 per dolar AS.

“Sentimen negatif kelihatannya masih membayangi pergerakan pasar setelah Gubernur (Ketua) Bank Sentral AS Jerome Powell mengungkapkan pandangannya bahwa perekonomian masih bisa memburuk ke depannya dan memerlukan stimulus tambahan,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip Antara, Kamis (14/5/2020).

Selain itu, lanjut Ariston, Jerome Powell juga menepis dukungan The Fed terhadap suku bunga negatif atau di bawah nol persen.

“Hal di atas bisa mendukung penguatan dolar AS di sesi Asia hari ini sebagai aset safe haven,” kata Ariston.

Menurut Ariston, rupiah mungkin bisa melemah terhadap dolar AS, namun tekanan terhadap rupiah mungkin tidak besar karena banyak investor masih yakin dengan perekonomian Indonesia terbukti dengan tingginya minat terhadap Surat Utang Negara (SUN)

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan melemah dengan potensi pergerakan di kisaran Rp14.800 per dolar AS sampai Rp15.000 per dolar AS