Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan terus menelusuri penyelewengan pajak, yang berasal dari pengisian keterangan fiktif pada faktur pajak dengan menyelesaikan bukti permulaan untuk membuktikan ada pelanggaran.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengatakan, pihaknya akan menempuh dua cara untuk menyelesaikan bukti permulaan. Pertama, penyidikan terhadap dugaan keterangan fiktif pada faktur pajak.

"Bukti permulaan bukan dibatalkan, tapi diselesaikan, karena ini cara penyelesaiannya ada dua. Satu dilanjutkan ke penyidikan apabila ada tindak pidana di bidang perpajakan," kata Ken, di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Read more: Strategi DJP Telusuri Penyelewengan dari Faktur Pajak

 

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) memperkenalkan Dynamic Model Portfolio, sebuah konsep investasi yang tidak hanya fokus pada perpaduan kelas aset berdasarkan profil risiko nasabah, namun juga berdasarkan risiko pasar. Hal tersebut ‎untuk memenuhi kebutuhan nasabah dalam mengoptimalkan investasi-nya.

Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan, saat ini perbankan harus jeli melihat tujuan investasi dan profil risiko nasabah. Dua faktor tersebut dijadikan sebagai referensi dalam berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah.

Read more: Bank Commonwealth Kenalkan Dynamic Model Portfolio

 

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memasang target penerimaan pajak sebesar Rp 1.424 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Pemerintah akan berupaya keras mengumpulkan penerimaan pajak melalui berbagai langkah, salah satunya terus menjalankan reformasi.

"Jika dibandingkan target penerimaan pajak 5 tahun terakhir, target ini (2018) adalah target penerimaan pajak yang prudent (hati-hati). Semua pandangan para pengamat, tidak komplein terhadap target yang tumbuh mendekati 10 persen," jelas Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Read more: Sri Mulyani: Target Pajak Rp 1.424 Triliun Lebih Hati-hati

Liputan6.com, New York - Xu Jiayin merupakan pengusaha asal China yang berhasil menempati posisi teratas di peringkat orang terkaya di Asia. Pria satu ini memiliki harta sebanyak US$ 43 miliar.

Laporan terbaru yang dikeluarkan Hurun Report memperlihatkan pencapaian Xu Jianjian yang berhasil mengalahkan dua miliarder ternama asal Asia lainnya, Jack Ma dan Ma Huateng. Meski demikian, ada utang menggunung di balik kekayaan Xu Jianjin yang berlimpah.

Dilansir dari CNBC, Selasa (24/10/2017), miliarder satu ini ternyata memiliki utang yang menembus angka US$ 100 miliar. Utang yang menggunung itu membuat investor berhati-hati menarik saham perusahaan miliknya Evergrande Group.

Read more: Utang Menggunung, Pria Ini Tetap Jadi Orang Terkaya se-China

Graha Surveyor Indonesia 16th Floor

Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56

Jakarta 12950 - Indonesia phone. (6221) 5265188 - 89 Fax. (6221) 5265190