Office
Graha Surveyor Indonesia, 16th
Floor, JL. Jend. Gatot Subroto,
Kaling 56, Jakarta, 12950
(6221) 5265188
(6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

Menimbang Prospek Rights Issue Emiten Konstruksi Pelat Merah

by

Pipit Ika Ramadhani

Liputan6.com, Jakarta – Sejumlah perusahaan berencana gelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Analis menilai aksi itu bisa menjadi katalis bagi perusahaan. Asumsinya, dengan peningkatan modal maka kinerja juga kian membaik.

“Secara umum rights issue akan memberikan sentimen positif karena dengan adanya tambahan dana segar, diharapkan kinerja perusahaan akan membaik, baik dari sisi neraca yang menjadi lebih sehat karena utang berkurang, maupun dari sisi operasional untuk modal kerja dapat mendukung ekspansi,” kata Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei kepada Liputan6.com, Rabu, 24 Agustus 2022.

Beberapa emiten yang telah mengumumkan rencana rights issue di antaranya ada dua emiten karya pelat merah, yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai, emiten konstruksi masih menarik untuk jangka panjang. Namun bukan berarti tanpa catatan.

“Untuk jangka panjang sektor ini menarik. Tapi secara cash flow masih berat,” kata Wawan.

Beratnya arus kas emiten konstruksi lantaran sistem pembayaran yang biasanya dilakukan usai konstruksi rampung. Kondisi itu, kata Wawan, menjadi salah satu biang kerok emiten properti membutuhkan pendanaan besar di awal dan tak jarang mengganggu kas perusahaan.

Di sisi lain, baru-baru ini pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2023 sebesar Rp 392 triliun. Angka itu naik 7,8 persen dari proyeksi realisasi anggaran infrastruktur tahun ini sebesar Rpm 363,8 triliun.

Bagi emiten konstruksi, alokasi dana tersebut setidaknya dapat memberikan kepastian dari isi penjualan. Namun, dari sisi aliran kas, Wawan mengatakan masih ada PR.

Dalam rangka rights issue, Wawan menekankan perlunya mencermati tujuan perusahaan melakukan aksi tersebut. Apakah untuk modal, membayar utang, atau untuk ekspansi. Selain itu, perlu juga dicermati berapa harga pelaksanaan yang dipatok.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan segera melaksanakan penambahan modal melalui penawaran umum terbatas (PUT) II dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam aksi tersebut, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7.121.658.184 lembar saham baru seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Pelaksanaan rights issue ini sehubungan dengan penyertaan modal negara (PMN) oleh pemerintah selaku pemilik saham Adhi Karya dengan porsi 51 persen. Dalam aksi tersebut, pemerintah akan melakukan penyertaan sebesar paling banyak Ro 1,98 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022.

Perseroan telah mendapatkan persetujuan rencana rights issue melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 7 April 2022.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUT II baik dari pemegang saham pengendali maupun dana publik, sekitar Rp 1,4 triliun akan dialokasikan untuk proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo. Lalu sekitar Rp 0,4 triliun untuk proyek Tol Yogyakarta-Bawen, dan sekitar Rp 0,2 triliun untuk SPAM Karian-Serpong (Timur).

Jika terdapat sisa dana hasil PUT II, akan dialokasikan untuk penyertaan dan modal kerja konstruksi Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Non PSN di antaranya Proyek Jalan Tol, Preservasi Jalan Lintas, SPAM, Pengelolaan Limbah dan Proyek Infrastruktur lainnya.


Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *