Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

Operasional Panitia Asian Games 2018 Bakal Gunakan Motor Listrik PLN

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) akan menfasilitasi operasional Inasgoc dengan motor listrik dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 khususnya di Jakarta. Motor listrik ini akan ditempatkan di masing-masing veneu.

General Manager PLN Distribusi Jakarta M Ikhsan Asaad menjelaskan, motor listrik ini sebagai upaya PLN dalam mengurangi emisi gas CO2, seperti ketentuan yang harus dipenuhi penyelenggara. Motor listrik yang disiapkan adalah Motor listrik Viar Q1.

“Kami total siapkan ada 50 unit motor listrik. Nanti setiap veneu kita standby-kan 5 unit untuk operasional Inasgoc,” kata Ikhsan usai menggelar Apel Kesiapan Pengamanan Asian Games 2018 di Halaman Monas, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Motor listrik Viar Q1 PLN sendiri merupakan mptor model skutik menggunakan baterai dari Bosch dapat melaju hingga kecepatan 60 km per jam, serta dengan jarak terjauh 60 km. Baterai lithium ion dapat diisi ulang hingga penuh dalam waktu lima sampai tujuh jam.

Menariknya, isi ulang motor dapat dilakukan di rumah. Pasalnya, kapasitas listrik minimal untuk dapat mengisi baterai motor ini hanya 220 VA. Sebagai pengingat, listrik terkecil rumah tangga Indonesia adalah 450 VA.

“Jadi ini menjadi bagian dari upaya kita mndukung go-green,” tegas Ikhsan.

Petugas PLN Distribusi Jawa Barat memeriksa jaringan kabel saat pelaksanaan Apel Kesiapan Pasokan Listrik dan Petugas di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (7/8). Kegiatan itu untuk menyambut kesiapan PLN jelang Asian Games 2018. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Dalam persiapan perhelatan Asian Games 2018 sendiri. PLN sudah menyiapkan berbagai hal demi menghindari mati listrik terutama di setiap veneu.

Khusus untuk wilayah Jakarta, persiapan penguatan sistem distribusi yang dilakukan PLN diantaranya membangun jaringan tegangan menengah untuk memperkuat pasokan ke Gardu Distribusi.

Kemudian, melakukan rekonfigurasi JTM untuk meninngkatkan keandalan dan kecepatan pemulihan pasca gangguan.

Tidak hanya itu, masih ada lagi yaitu melengkapi gardu distribisi dan gardu hubung dengan fasilitas ACO dan RC untuk mempercepat pemulihan pasca gangguan. Dan terakhir, penggantian dan pemeliharaan peralatan gardu distribisi berserta peralatan pendukungnya.