Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

Warren Buffett Ingin Ajukan 1 Pertanyaan ke Kandidat Presiden AS

Liputan6.com, Omaha – Miliarder sekaligus investor legendaris Warren Buffett kembali mengikuti topik politik di negaranya. Kali ini, menghadapi pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) tahun depan, Buffett ingin mengajukan satu pertanyaan dari para kandidat presiden nanti.

“Saya ingin mendengar bagaimana tanggapan mereka pada masyarakat yang tidak mendukungnya. Saya ingin bertanya pada kandidat presiden: ‘Bagaimana jika mayoritas pengikutmu justru menentangmu?'” ungkap Buffett seperti dilansir dari laman CNBC.

Warren Buffett, yang pada pilpres 2016 mendukung Hillary Clinton, mengatakan, itu merupakan satu pertanyaan yang sangat ingin ia tanyakan. Dia juga ingin mengetahui rencana para kandidat dalam menghadapi pilpres menuju White House 2020.

Sebelumnya, ia juga mempertanyakan apakah pengusaha seperti Michael Bloomberg atau mantan CEO Starbucks Howard Schultz akan menjadi kandidat presiden yang baik.

Maka pertanyaan di atas merupakan cara terbaik untuk memastikan bahwa seorang kandidat benar-benar meyakini prinsipnya.

“Itu ujian yang sesungguhnya,” tandas Warren Buffett.

Presiden AS, Donald Trump meninjau prototipe tembok perbatasan AS dan Meksiko yang kontroversial di San Diego, Selasa (13/3). Prototipe tembok perbatasan Trump memiliki tinggi sekitar 9 meter, dengan puncak yang tebal dan bundar. (MANDEL NGAN / AFP)

Pernyataan dari Buffett tersebut merupakan tanggapan dari pertanyaan, apakah ia akan mempertanyakan tanggapan kandidat mengenai ekonomi atau isu lain.

Buffett menekankan, setiap kandidat biasanya mengatakan apa yang ingin didengar rakyat demi memenangkan dukungan. Namun itu jelas bukan yang diharapkan investor legendaris tersebut.

Bagi Buffett, menghargai pendapat dengan mendengarkan seseorang yang memiliki pandangan berbeda adalah hal yang positif.

Hal serupa diungkapkan miliarder Ray Dalio yang sepakat bahwa mendengarkan orang yang tidak setuju dengan Anda sebagai hal penting.

“Saya hanya ingin melihat banyak hal melalui pandangan karyawan dan membiarkan mereka menjadi mata saya. Dengan begitu, kami bisa bekerjasama menentukan mana yang benar,” ungkap Dalio.