Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

Laba PGN Semester I 2019 Anjlok Jadi USD 54 Juta

Pebrianto Eko Wicaksono

 

Liputan6.com, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat penurunan laba bersih pada Semester I 2019 dibanding periode yang sama tahun lalu. Anjloknya laba bersih disebabkan beberapa hal.

Mengutip laporan Keuangan PGN Semester I 2019, perseroan dengan kode emiten PGAS ini membukukan laba bersih semester I 2019 sebesar USD 54,04 juta dan EBITDA sebesar USD 472,31 juta. Laba Bersih PGN tersebut jauh lebih rendah dibanding laba periode yang sama tahun lalu sebesar USD 179,38 juta.

Penyebab penurunan laba bersih di antaranya pendapatan PGN pada semester 1 2019 sebesar USD 1,79 miliar atau sekitar Rp 25,4 triliun dengan kurs rata-rata semester I tahun 2019 Rp 14.195 per USD. Lebih rendah dibanding semester 1 2018 USD 1,917 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari hasil penjualan gas sebesar USD 1.332,6 juta, penjualan minyak dan gas sebesar USD 196,2 juta, transmisi gas sebesar USD 163,4 juta dan pendapatan usaha lainnya sebesar USD 97,19 juta.

“Di tengah tantangan bisnis domestik dan global yang sangat dinamis, Perseroan mampu meningkatkan pangsa pasar gas bumi melalui penambahan jumlah pelanggan dan perluasan infrastruktur sebagai Sub-Holding Gas.” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Selama semester I 2019, PGN mencatatkan laba operasi sebesar USD 252,03 juta. Namun, selama periode ini juga, Perseroan mencatatkan beban non-cash diantaranya impairment dan selisih kurs, yang mempengaruhi kinerja keuangan di Semester I 2019, sebelumnya pada semester I 2018 selesih kurs sebesar USD19,8 juta sedang sedangkan semester pertama 2019 menjadi USD 34,07 juta, kondisi ini juga membuat laba PGN tertekan.

Pekerja merawat jaringan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jakarta, Rabu (21/9/2016). (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Selama periode Januari – Juni 2019, PGN berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 2.938 BBTUD. Rinciannya, volume gas distribusi sebesar 932 BBTUD, dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.006 BBTUD. Melayani lebih dari 350 ribu pelanggan dengan cakupan infrstrukur pipa gas bumi sepanjang lebih dari 10 ribu km termasuk jaringan gas untuk melayani sektor rumah tangga sepanjang lebih dari 3800 km.

Rachmat menjelaskan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis, PGN juga akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi yang berkesinambungan. Tingginya kebutuhan energi di dalam negeri merupakan peluang bagi PGN untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi dan pemanfaatan gas bumi di berbagai daerah di Indonesia yang berkelanjutan.

Menurut Rachmat, kebijakan pemerintah membangun berbagai infrastruktur telah mendorong munculnya sentra-sentra perekonomian baru di berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai subholiding gas, PGN akan mengambil peran untuk menyediakan energi gas bumi yang terbukti efisien, ramah lingkungan dan sumbernya berada di dalam negeri.

“Kebutuhan energi di dalam negeri yang semakin besar menjadi tantangan bagi PGN untuk menyediakan gas bumi yang akan menciptakan multiplier effect luas bagi sektor industri dan ekonomi nasional. Infrastruktur akan tetap menjadi fokus PGN untuk mengalirkan gas bumi dari hulu hingga ke konsumen,” tandasnya