Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

Pelindo II Cetak Untung Rp 2,4 Triliun Sepanjang 2018

Liputan6.com, Jakarta PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC mencetak peningkatan laba bersih menjadi Rp 2,43 triliun sepanjang 2018, dari Rp 2,21 triliun di tahun sebelumnya. Sementara pendapatan usaha Rp 11,44 triliun, naik dari Rp 10,65 triliun pada tahun 2017.

Angka EBITDA meningkat menjadi Rp 4,17 triliun dari Rp 4,03 triliun di tahun sebelumnya. Secara keseluruhan total aset perseroan mencapai Rp 51,43 triliun di akhir 2018, dari Rp 47,22 triliun pada 2017.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya menjelaskan, memasuki Era Baru Pelabuhan, IPC berkomitmen untuk mendukung program pemerintah guna menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa melalui perbaikan infrastruktur dan suprastruktur serta digitalisasi pelabuhan.

“IPC menunjukkan peningkatan kinerja terjadi di berbagai lini baik dari sisi keuangan dan sisi operasional yang merupakan imbas atas berbagai upaya IPC untuk peningkatan kualitas pelayanan dan kualitas operasional dalam rangka menuju visi menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan,” kata Elvyn dalam keterangannya, Selasa (19/3/2019).

Sejalan dengan kinerja keuangan di tahun 2018, kinerja operasional IPC juga mengalami peningkatan. IPC mencatatkan throughput peti kemas sebesar 7,64 juta TEUs yang menjadi salah satu pencapaian tertinggi aktifitas IPC dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.

Arus peti kemas ini meningkat 10,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,92 juta TEUs. Arus non peti kemas di tahun 2018 sebesar 61,97 juta Ton atau meningkat 8,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 57,09 juta Ton.

Arus kapal di tahun 2018 sebesar 224,3 juta GT atau meningkat 10,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 202,15 juta GT. Arus penumpang di tahun 2018 sebesar 714,93 ribu orang atau meningkat 39,25 persrn dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 612,68 ribu orang.

Kami melakukan transformasi di sisi operasional yang disebut dengan radical change pola operasional dari yang sebelumnya manual menuju digital. Digital bukan hanya dalam konteks pelayanan di terminal tapi melingkupi seluruh kegiatan pelabuhan secara korporasi, baik dari sisi laut maupun darat,” tambah

Lalu lintas kapal saat bongkar muat peti kemas yang juga dapat dipantau langsung dari Ruang Kontrol Vessel Traffic System (VTS), Kantor IPC, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/1). (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Di sisi laut, IPC menyiapkan Marine Operation System (MOS), Vessel Management System (VMS) dan Vessel Traffic System (VTS), untuk memonitor dan memantau pergerakan kapal sejak mereka berangkat dari pelabuhan awal sampai tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.

Di sisi darat, IPC telah memiliki Terminal Operating System (TOS) dan Non Peti Kemas Terminal Operating System (NPKTOS) serta Auto Tally untuk perhitungan kontainer.

Selain itu, IPC juga menyiapkan Container Freight Station (CFS), Buffer Area, DO Online, Auto Gate, Car Terminal Operating System, Reception Facility serta Truck Identification untuk mengidentifikasi pengemudi dan tujuan pengiriman barang dari seluruh armada pengangkut barang yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok.

“Penerapan digitalisasi berbagai sisi di pelabuhan menjadi fokus utama IPC dua tahun terakhir. Standardisasi pelayanan berbasis digital di sisi darat dan laut diimplementasikan dan dioptimalkan secara menyeluruh mulai saat barang dikirimkan ke pelabuhan sampai kemudahan pembayaran serta tracking dan tracing barang,” ucap dia.