Office
Graha Surveyor Indonesia 16th Floor
Jl.jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950 - Indonesia
phone. (6221) 5265188 - 89
Fax. (6221) 5265190
admin@jmtlawhouse.com
jmtlawhouse.com

Sriwijaya Air Bakal Buka Rute ke Manila, Bangkok dan Australia

Liputan6.com, Jakarta – Dalam rangka memperluas jaringan penerbangan dan meningkatkan pangsa pasar, dalam waktu dekat Sriwijaya Air berencana akan membuka beberapa rute penerbangan baru di kawasan regional.

Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul mengatakan, ada beberapa rute di Asia yang akan dijelajah Sriwijaya Air.

“Target kami Sriwijaya Air akan melayani penerbangan ke Manila, Bangkok dan Australia seperti Kupang-Darwin PP dan Lombok-Perth PP,” kata Joseph Adriaan Saul, Jumat (22/3/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan Sriwijaya Air juga berencana akan melebarkan sayap dengan memperkuat penerbangan menuju Tiongkok.

“Selain dari Denpasar, kami juga akan membuka penerbangan ke Tiongkok dari Manado,” lanjutnya.

Sriwijaya Air memastikan rencana ekspansi rute penerbangan di kawasan regional ini didasari sejumlah pertimbangan. Selain tekad meraih sertifikasi IOSA dan Skytrax, kinerja Sriwijaya Air hingga akhir Quartal I ini pun menunjukkan adanya peningkatan.

Secara operasional, Sriwijaya Air saat ini membukukan catatan yang positif. Namun demikian capaian ini diakui karena adanya kerjasama operasi atau kerjasama managemen antara Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia Group salah satunya Garuda Maintenance Facility Aero Asia.

“Dengan support dari GMF-AA, On Time Performance Sriwijaya Air sudah mulai meningkat dari rata-rata 65 persen menjadi hampir 80 persen. Target kami adalah 85 persen,” terang Joseph.

Sebelumnya, Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) berencana mencaplok 51 persen saham PT Sriwijaya Air, untuk menjadi pemilik saham mayoritas. Saat ini perusahaan masih menunggu perhitungan nilai.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara mengatakan, pihaknya sedang bersiap melakukan aksi korporasi, dengan mengakuisisi 51 persen saham Sriwijaya.

“Iya (akan mengakuisisi saham Sriwijaya 51 persen),” kata Askhara, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Sabtu (2/3/2019).

Namun Askhara mengaku belum bisa menyebutkan nilai pembayaran untuk mencaplok 51 saham Sriwijaya Air tersebut. Itu karena saat ini perseroan masih menunggu perhitungan nilai saham yang sedang dikerjakan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independent. “Valuation nya lagi dikerjakan oleh KJPP independen,” tutur Askhara.

Demikian pula, untuk skema pembelian saham belum ditentukan sebab masih menunggu perhitungan nilai saham selesai.

Dia pun tidak menargetkan penyelesaian akuisisi 51 persen saham Sriwijaya Air. “Setelah tahu valuation-nya, baru akan ditentukan skema pengambilalihannya. Tidak ada target specific, kita lihat hasil valuation-nya dulu,” tandasnya